Marie biscuit sering menjadi camilan andalan untuk menemani waktu minum kopi atau teh, baik di pagi maupun sore hari. Namun, selain biskuit, ada berbagai camilan tradisional khas Indonesia yang juga cocok dinikmati sebagai teman minum kopi atau teh hangat. Salah satunya, serabi, kue basah yang dikenal dengan rasa manis, tekstur lembut, dan cukup mengenyangkan.

Serabi tidak hanya lezat, tapi juga memiliki nilai budaya yang kuat dan berbagai varian rasa di berbagai daerah. Tak heran jika camilan ini tetap digemari hingga kini dan cocok disantap sambil menikmati secangkir kopi atau teh. Yuk, simak berbagai fakta unik tentang serabi dalam artikel berikut!

Sejarah Serabi

Melansir dari Kumparan, sejarah dari serabi memiliki beberapa versi, di antaranya adalah:

  • Serabi Solo: diperkirakan telah ada sejak abad ke-16 atau tepatnya zaman Kerajaan Mataram. Kala itu, serabi sering kali disajikan untuk para tamu dan bangsawan yang datang ke kerajaan.
  • Surabi Bandung: sudah ada sejak tahun 1923 dan dimasak dengan tungku tanah liat, sehingga menghasilkan bentuk yang unik. Tak jauh berbeda dengan Serabi Solo, Surabi Bandung juga disajikan untuk kalangan bangsawan dan raja.

Yang menarik adalah serabi kerap disebut dalam Serat Centhini, karya sastra hasil tulisan dari para pujangga Keraton Surakarta atas perintah Pakubuwana V tahun tahun 1814-1823. Dalam karya tersebut, serabi tidak hanya disebut sebagai panganan, melainkan bagian dari prosesi adat.

Mulai dari, untuk acara wayang kulit, ruwahan, pernikahan, dan sebagainya. Bahkan, serabi juga disebut dalam tembang (pupuh) ke-157 bait 18, di mana serabi dijajakan ke halaman rumah ketika pertunjukkan wayang kulit yang berlangsung saat malam hari. Tak cuma itu, sembilan jenis serabi pun dicatat sebagai sajian yang wajib disiapkan dalam prosesi ruwatan.

Varian Serabi

Bukan hanya satu varian saja, serabi terdiri dari banyak varian rasa, sehingga menghasilkan cita rasa yang lezat, berikut list-nya:

  • Surabi Bandung: dengan beberapa topping seperti sosis, cokelat, keju, oncom, dan sebagainya.
  • Serabi Solo: dengan topping seperti meses, keju, nangka, pisang, durian, dan uniknya digulung daun pisang.

Selain kedua daerah di atas, serabi juga terkenal di daerah lain dengan nama berbeda, misalnya Sumatra Barat, dinamakan Pinukuik dengan rasa lebih manis tanpa tambahan topping. Lalu, ada Serabi Cirebon dengan topping tempe orek, oncom, telur, dan lainnya. Kemudian, Jeje Laklak Bali yang disajikan dengan siraman gula merah kental dan parutan kelapa.

Demikian ulasan mengenai serabi dan fakta menariknya. Yuk, jadikan serabi sebagai camilan penemani minum teh atau kopi ketika pagi maupun sore hari. Kalau mau yang lebih praktis, kamu bisa makan Marie Biskuit dari UBM Biscuits.