Prostatitis dan kanker prostat seringkali memiliki gejala yang mirip. Meskipun keduanya sama-sama menyerang kelenjar prostat, yaitu kelenjar di bawah kandung kemih pria yang berperan dalam produksi cairan semen, prostatitis dan kanker prostat adalah dua kondisi medis yang berbeda.

Jadi, apa sebenarnya perbedaan prostatitis dengan kanker prostat? Yuk, simak penjelasan lengkapnya.

Perbedaan Prostatitis dan Kanker Prostat

Prostatitis dan kanker prostat berbeda dalam penyebabnya. Prostatitis biasanya disebabkan oleh peradangan dan infeksi bakteri, sedangkan kanker prostat disebabkan oleh perkembangan sel abnormal (tumor ganas). Prostatitis bersifat non-kanker, sedangkan kanker prostat bisa menyebar ke organ lain.

Jenis-Jenis Prostatitis

  • Acute Bacterial Prostatitis (ABP): Merupakan bentuk prostatitis paling serius dan muncul mendadak. Disebabkan oleh infeksi bakteri, umumnya bakteri e.coli. 
  • Chronic Bacterial Prostatitis (CBP): Infeksi bakteri yang berulang dan bertahan lama. Gejalanya lebih ringan dibanding ABP, tapi bisa berlangsung berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
  • Chronic Pelvic Pain Syndrome (CPPS): Bentuk prostatitis paling umum, tapi tidak disebabkan oleh bakteri. Seringkali penyebab pastinya tidak diketahui, berkaitan dengan stres, inflamasi, atau gangguan otot panggul.

Gejala Kanker Prostat dan Bedanya dengan Prostatitis

Gejala kanker prostat pada awalnya sangat mirip dengan prostatitis ringan, sehingga sering tidak terdeteksi sampai stadium lanjut. Namun, ada beberapa ciri yang bisa mengetahui kanker prostat:

  • Kesulitan buang air kecil (aliran lemah atau tersendat)
  • Buang air kecil lebih sering di malam hari
  • Darah dalam urin atau air mani
  • Nyeri tulang (terutama jika sudah menyebar)
  • Disfungsi ereksi
  • Penurunan berat badan tanpa sebab

Meskipun gejala-gejala ini tidak selalu berarti kanker, sebaiknya tetap periksakan ke dokter jika berlangsung lebih dari beberapa minggu.

Pengobatan

Prostatitis:

  • Antibiotik (jika bakteri penyebab ditemukan)
  • Obat anti-inflamasi, relaksan otot, dan penghilang nyeri
  • Terapi fisik untuk CPPS
  • Perubahan gaya hidup (hindari alkohol, kafein, dan stres)

Kanker Prostat:

  • Pemantauan aktif (untuk kanker stadium awal/lambat tumbuh)
  • Operasi pengangkatan prostat (prostatektomi)
  • Radioterapi dan kemoterapi
  • Terapi hormon untuk menurunkan kadar testosteron
  • Terapi imun (pada beberapa kasus)

jika Anda mengalami gejala yang mengarah ke gangguan prostat, segera konsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan dini. Semakin cepat gejala kanker prostat dideteksi, semakin besar kemungkinan sembuh.