Data center merupakan suatu fasilitas yang digunakan untuk menempatkan sistem komputer dan komponen terkaitnya, seperti sistem telekomunikasi dan penyimpanan data. Data center, atau yang sering disebut juga sebagai pusat data, merupakan bagian terpenting pada perusahaan karena semua data yang ada terhubung melalui server. Di Indonesia sendiri sudah banyak penyedia layanan data center, seperti IBM data center Indonesia, yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan perusahaan Anda.

Hanya saja, jika perusahaan Anda tak ingin menyewa layanan data center yang ditawarkan oleh penyedia dan lebih memilih untuk membangunnya sendiri, sebaiknya jangan tergesa-gesa. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar Anda tak salah langkah. Cek dulu kriteria perancangan data center yang ideal seperti terlampir di bawah ini:

  1. Mengingat data center diciptakan untuk memberikan operasi berkelanjutan dan terus menerus bagi suatu perusahaan, data center harus dibuat mendekati zero-failure untuk seluruh komponennya.
  2. Scalability dan Flexibility. Data center harus mampu beradaptasi dengan pertumbuhan kebutuhan yang cepat atau ketika adanya servis baru yang harus disediakan tanpa melakukan perubahan yang cukup berarti secara keseluruhan.
  3. Security. Sistem keamanan data center harus dibuat seketat mungkin karena menyimpan berbagai aset perusahaan yang berharga.

Nah, dengan menggunakan tiga kriteria yang sudah disebutkan di atas, Anda bisa mengaplikasikannya dalam beberapa aspek.

  1. Lokasi tempat dibangunnya data center harus dipilih dengan pertimbangan yang masak. Mengapa demikian, sebab lokasi sangat berkaitan erat dengan tingkat keamanan data center tersebut. Mengingat pentingnya keberadaan data center dalam menunjang kehidupan beberapa server internet, data center harus berada dalam tempat yang aman dan minim risiko bencana.
  • Di luar radius mitigasi bencana/gunung berapi (>15km).
  • Tidak berada dalam jalur patahan geologi.
  • Jika merupakan data center untuk Disaster Recovery, minimum berjarak > 40km dari data center utama dan maksimum 100km untuk memperkecil kemungkinan data loss pada saat transfer data.
  • Cukup tersamarkan dari pengenalan publik (tidak terekspos).
  1. Sarana penunjang. Agar bisa beroperasi dengan maksimal, data center juga harus dilengkapi dengan sarana penunjang beirkut ini:
  • Catuan PLN, dengan minimum 2 sumber pembangkit yang berbeda untuk tier tinggi.
  • Generator listrik cadangan.
  • Uninterruptible Power Supply (UPS), dengan baterai berkapasitas memadai yang mampu menyediakan pasokan daya sebelum genset dihidupkan.
  • Pengatur udara (HVAC, Heating, Ventilation, and Air Conditioning), yang mampu menjaga suhu dan kelembaban.
  • Sistem Pentanahan (Grounding), tahanan pentanahan terintegrasi < 0,5 ohm.
  1. Data center juga harus dilengkapi dengan sistem komunikasi yang kuat.
  • Memiliki koneksi komunikasi data network lebih dari 1 sumber dengan lebih dari 1 operator untuk tier tinggi.
  • Jika diperlukan, penyiapan koneksi komunikasi data dapat menggunakan akses satelit.
  • Penyiapan jalur komunikasi untuk kordinasi dan komando, misal menggunakan radio HF/SSB.
  • Pengamanan jalur komunikasi untuk menjaga confidentiality suatu data atau informasi.

Semoga informasi di atas bisa membantu Anda untuk merancang data center yang ideal, ya!