Ketinggian 31 ribu hingga 38 ribu kaki adalah ‘arena’ atau rentang wilayah tempat pesawat-pesawat komersial mengudara. Menurut beberapa sumber, rentang ini dipilih oleh semua maskapai penerbangan karena alasan efisiensi bahan bakar. Kalau dikonversi ke kilometer, berarti pesawat itu ada di 9 sampai 11 kilometer di atas Bumi! Nah, kira-kira bagaimana cara pesawat berkomunikasi saat sedang mengudara, ya?

Melansir laman Monroe Aerospace, setidaknya ada tiga alat atau metode yang digunakan pesawat untuk berkomunikasi saat mengudara. Berikut adalah ketiga metode tersebut:

Satelit

Pada dasarnya, menara ATC di bandar udara memiliki jangkauan radius mencapai 60 mil (96 km). Ini berarti pilot dan petugas ATC dapat berkomunikasi tanpa bantuan apa pun dalam radius tersebut. Baru ketika pesawat keluar dari radius itu, misalnya saat mengudara di atas laut, pilot akan menggunakan bantuan satelit untuk mengirimkan informasi tentang pesawatnya kepada petugas ATC.

Alasan utamanya karena satelit itu terbang konstan atau tetap di orbit Bumi. Menurut situs Monroeaerospace.com, satelit adalah metode komunikasi paling umum yang digunakan pilot ketika mengudara di atas laut. Saat memanfaatkan satelit, pilot cukup mengunggah lokasi pesawat ke satelit. Selanjutnya, satelit itulah yang akan menyampaikan data tersebut pada petugas ATC.

Radio berfrekuensi tinggi

Opsi kedua komunikasi antara pilot dan petugas ATC adalah radio berfrekuensi tinggi. Metode ini merupakan teknologi lama dan kurang dapat diandalkan. Sebab, sinyal radio ini hanya bisa bergerak dalam garis lurus. Artinya, sinyal tersebut akan terputus apabila ada topografi Bumi seperti gunung, bukit, dan lainnya.

Meski begitu, komunikasi menggunakan radio berfrekuensi tinggi namun masih banyak digunakan oleh sebagian besar pesawat komersial dan menara-menara ATC. Secara teknis, pilot juga cukup menyampaikan informasi tentang lokasi pesawat ke jaringan penerima radio berfrekuensi tinggi. Jaringan tersebut kemudian akan meneruskan data ke petugas ATC di bandara terdekat.

Sistem penghindaran tabrakan lalu lintas

Berbeda dengan kedua metode komunikasi sebelumnya, metode satu ini adalah alat bantu komunikasi antara pilot pesawat terbang dengan pilot pesawat terbang lain yang sedang mengudara. Yup, pesawat-pesawat yang mengudara di jalur sama dan saat bersamaan perlu terus memastikan keamanan armada satu sama lain, meski pancaran sinyal dari sistem ini terus menyala.

Namun, jangan beranggapan kalau pesawat-pesawat ini berada terlalu dekat seperti mobil-mobil di jalan tol, ya. Sebab, setiap armada biasanya berada di selisih ketinggian minimal 1000 kaki.

Nah, seperti itulah cara pilot-pilot berkomunikasi dengan ATC maupun pilot pada pesawat lain. Semoga informasi dalam artikel ini bermanfaat buat kamu, ya!